latest articles

Rabu, 01 Mei 2013

Cara Update Avira yang Error 2013


Hari ini saya senganja posting bukan mengenai matematika. Hal ini senganja saya lakukan karena April yang lalu banyak yang mengalami gagal update Avira. Itung-itung ingin membantu mereka tidak ada salahnya. Update ini tidak berhasil dilakukan baik dengan cara manual (offline vdf) maupun online. Langsung saja langkah-langkahnya sebagai berikut :
  Cara 1 (offline):
1.       Pastikan Anda sudah download file update offline avira. Jika belum, silakan download dulu di → Update Avira Offline
2.       Jika sudah selesai download, buka file vdf_fusebundle.zip. Disitu terdapat banyak file. Yang Anda perhatikan cuma file yang bernama fusebundle-win32-int.info.gz saja.
3.       Klik kanan file fusebundle-win32-int.info.gz, pilih Rename, ganti namanya menjadi → fusebundle13-win32-int.info.gz. Pencet tombol Enter
4.       Tutup/ Close file vdf_fusebundle.zip. Nah, saatnya update offline avira dimulai
5.       Buka Avira Control Center yang ada di desktop Anda, klik menu Update, pilih Manual update
6.       Pilih file vdf_fusebundle.zip pada direktori penyimpanan Anda. Klik Open (Proses update akan berlangsung) (sumber : http://yuuddaa.blogspot.com)

Cara 2 (online):
1.       Masuk  c:/Program file.
2.       Buat folder baru bernama avi.
3.       Masuk folder c:/Program file/Avira kemudian tekan CTRL+A pada keyboard
4.       Masuk folder c:/Program file/avi dan paste.
5.       Copy c:/Program file/Avira/AntiVir Desktop/fusebundle-win32-int.info kemudian paste di c:/Program file/avi/AntiVir Desktop/fusebundle13-win32-int.info (Direname dari fusebundle-win32-int.info menjadi fusebundle13-win32-int.info).
6.       Rename folder Avira menjadi Avira2.
7.       Rename folder avi menjadi Avira. Avira siap di update.

Cara 3 (online):
2.       Filenya berbentuk .rar diextrak dulu.
3.       Pada icon avira (pojok kanan bawah di desktop) klik kanan un-centang Enable real time protection.
4.       Masuk local disk c:/Program files.
5.       Buat folder baru bernama “avi”.
6.       Masuk folder “avi”,buat folder baru bernama “AntiVir Desktop”.
7.       Copy file ekstrakan vdf_fusebundle ke folder avi “dan” folder AntiVir Desktop.
8.       Masuk folder c:/Program files/avira/AntiVir Desktop, kemudian paste.
9.       Ketika ada pernyataan : a. There is already a file with the same name in this location. (Pilih don’t copy) yang intinya menanyakan copy and replace, don’t copy n bla3, pilih yang don’t copy. b.  This destination already contains a folder named…(pilih skip atau no).
10.   Rename folder bernama avira dengan avira2.
11.   Rename folder bernama avi dengan avira. Avira siap diupdate secara "online".
Apabila ada hal yang kurang dimengerti bisa ditanyakan. Mohon maaf apabila tidak menyertakan screen shootnya dan apabila telat dalam membalas komentar.

Read more

Rabu, 10 April 2013

Naskah Soal dan Lembar Jawaban UN Gunakan Barcode



Kota Depok— Kualitas penyelenggaraannya Ujian Nasional (UN) tahun ini semakin ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kecurangan sekaligus memperkuat kelemahan pelaksanaan di sekolah.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro menyampaikan, mulai tahun ini naskah soal UN dengan lembar jawaban tidak terpisah. Jika pada tahun lalu peserta didik dapat menggunakan lembar jawaban temannya karena terpisah, mulai tahun ini naskah soal dengan lembar jawaban UN (LJUN) merupakan satu kesatuan. “Naskah soal dan lembar jawaban UN menggunakan sistem barcode,” katanya memberikan keterangan pers di sela-sela kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Depok, Selasa (12/2).
Khairil menjelaskan, dengan menggunakan barcode, maka peserta ujian tidak dapat saling tukar kode soal seperti tahun lalu. Dia mengungkapkan, kalau keduanya dipisah maka peserta didik akan menjawab soal secara salah, yang tidak cocok dengan lembar jawaban UN-nya. “Bayangkan kalau keliru, LJUN A dengan soalnya B, pasti jelek sekali nilai si anak,” katanya.
Oleh karena itu, dalam sosialisasi pihaknya menekankan agar jangan sampai lembar jawaban ujian tertukar. Jika lembar jawaban rusak agar minta diganti berikut soalnya. “Jangan hanya meminta lembar jawabannya saja,” katanya.
Demikian sebaliknya, kalau naskah soal rusak jangan hanya minta diganti naskah soal, harus meminta ganti naskah soal beserta LJUN. “Karena merupakan satu paket dan ada kode yang saat dipindai (scan) akan ketahuan lembar LJUN mengacu soal yang mana,” katanya.
Hal senada disampaikan Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria. Dengan barcode, kata dia, peserta didik tidak perlu lagi menulis kode soal. “Kode soal tidak akan sama dengan yang lain karena berdasarkan barcode,” katanya.
Khairil menambahkan, persiapan UN sampai saat ini sampai pada merakit soal dan diharapkan cepat selesai. Adapun jumlah soal sebanyak 20 paket untuk setiap ruang ujian berisi 20 peserta. Meski demikian, kata dia, jumlah variasi paket soal tiap provinsi sebanyak 30 buah. “Soal untuk kelas A dan kelas B bisa berbeda karena dibuat 30 paket soal, tetapi dalam ruangan tetap 20 soal,” katanya. (ASW)
Read more

Kamis, 04 April 2013

Inilah Matematika... Benar gak ya... (Part 2 Mean/Rata-rata)

Rata-rata hitung atau sering disebut dengan istilah mean merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk menggambarkan ukuran pemusatan data. Mean dihitung dengan menjumlahkan semua nilai datum kemudian dibagi dengan banyaknya datum.
Mean dilambangkan dengan  “x-bar” jika kumpulan data ini merupakan contoh (sampel) dari populasi, sedangkan jika semua data berasal dari populasi, mean dilambangkan dengan μ (huruf kecil Yunani mu).

Rata-rata hitung (Mean) untuk data tunggal

Contoh 1:
Hitunglah nilai rata-rata dari nilai ujian matematika kelas 3 SMU berikut ini:
2; 4; 5; 6; 6; 7; 7; 7; 8; 9

Jawab:
Nilai rata-rata dari data bisa dihitung dengan menggunakan formula berikut:
"x bar" = (∑fi .xi)/n
            = (2+4+5+12+21+8+9)/10
            = 6,1
Keterangan:
∑ = lambang penjumlahan semua gugus data pengamatan
fi = frekuensi data ke-i
n = banyaknya sampel data
"x bar"= nilai rata-rata sampel

Contoh 2:
Berapa rata-rata hitung pada tabel frekuensi berikut:
xi
fi
70
5
69
6
45
3
80
1
56
1

Catatan: Tabel frekuensi pada tabel di atas merupakan tabel frekuensi untuk data tunggal, bukan tabel frekuensi dari data yang sudah dikelompokkan berdasarkan selang/kelas tertentu.
Jawab:
xi
fi
fixi
70
5
360
69
6
414
45
3
135
80
1
80
56
1
56
Jumlah
16
1035

"x bar" = (∑fi .xi)/n
            = 1035/16

Catatan: Pendekatan perhitungan nilai rata-rata hitung dengan menggunakan distribusi frekuensi kurang akurat dibandingkan dengan cara perhitungan rata-rata hitung dengan menggunakan data aktualnya. Pendekatan ini seharusnya hanya digunakan apabila tidak memungkinkan untuk menghitung nilai rata-rata hitung dari sumber data aslinya

Contoh 3: 
Diketahui  banyaknya pengunjung perpustakaan suatu sekolah yaitu pada hari Senin sebanyak 25 orang, Selasa 30 orang, Rabu 0 orang, Kamis 30 orang, dan Jumat 25 orang (Sabtu dan Minggu hari libur). Berapakah rata-rata pengunjung perpustakaan dalam satu minggu?

Jawab:
Dari data di atas diketahui bahwa ada pengunjung pada hari Senin, Selasa, kamis, dan Jumat, tetapi diketahui bahwa banyaknya pengunjung pada hari Rabu adalah 0 orang. Bagaimana cara menentukan jumlah frekuensi data seluruhnya?. Apakah frekuensinya 4 atau 5. Atau bahkan 7 yang dikarenakan yang ditanyakan adalah rata-rata banyaknya pengunjung dalam satu minggu, padahal hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur.
Banyaknya datum pada hari Rabu dan rata-rata pengunjung dalam 1 minggu adalah pengecoh. Sudah jelas bahwa diketahui bahwa banyaknya data adalah 5, sehingga jumlah frekuensinya adalah 5. Bagaimana?, Anda sudah bisa menemukan sendirikah rata-ratanya?
Read more

Rabu, 03 April 2013

Inilah Matematika... Benar gak ya... (Part 1 Modus)



Modus dalam matematika didefinisikan sebagai nilai yang sering muncul. Inilah cara menghitung modus:
  1.  Data yang belum dikelompokkan
    Modus dari data yang belum dikelompokkan adalah ukuran yang memiliki frekuensi tertinggi. Modus dilambangkan mo.
  2. Data yang telah dikelompokkan
    Rumus Modus dari data yang telah dikelompokkan dihitung dengan rumus:
Keterangan :
Mo = Modus
L = Tepi bawah kelas yang memiliki frekuensi tertinggi (kelas modus)
i = Interval kelas
b1 = Frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sebelumnya
b2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval terdekat sesudahnya
(Apakah Anda tahu darimana rumus ini didapat?. Mengapa demikian?. Rumus ini merupakan sebuah penafsiran. Memang tidak banyak buku yang membahas darimana rumus ini diperoleh.)
Contoh:
Sumbangan dari warga Bogor pada hari Palang Merah Nasional tercatat sebagai berikut: Rp 9.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 9.000, Rp 9.000, Rp 7.000, Rp 8.000, Rp 6.000, Rp 10.000, Rp 11.000. Maka modusnya, yaitu nilai yang terjadi dengan frekuensi paling tinggi, adalah Rp 9.000.
Dari dua belas pelajar sekolah lanjutan tingkat atas yang diambil secara acak dicatat berapa kali mereka menonton film selama sebulan lalu. Data yang diperoleh adalah 2, 0, 3, 1, 2, 4, 2, 5, 4, 0, 1 dan 4. Dalam kasus ini terdapat dua modu, yaitu 2 dan 4, karena 2 dan 4 terdapat dengan frekuensi tertinggi. Distribusi demikian dikatakan bimodus.
Sekarang coba tebak untuk data seperti ini :
1. 2,3,4,6,7,9
2. 2,2,3,3,4,4
3. 7,7,7,7,7,7
Yang mana modusnya?
Mari coba kita bahas bersama. Untuk soal pertama kita memiliki data dengan datum yang berbeda-beda. Manakah nilai yang sering muncul?. Pada soal pertama ini, data tersebut tida memiliki modus, karena tidak memiliki frekuensi tertinggi. Lalu, bagaimana dengan soal kedua?, 2 muncul dua kali, begitu juga dengan 3 dan 4. Manakah modusnya?. Tidak perlu diambil pusing, jawaban dan alasannya sama dengan alasan untuk jawaban pertama. Nah, lanjut pada soal yang ketiga. Semua datum bernilai sama. Apakah datum 7 dapat dikatakan sering muncul? atau kasus soal tersebut sama halnya seperti kasus soal pertama dan kedua. Apakah Anda bingung?. (Sebenarnya sayalah yang dibuat bingung dengan pertanyaan saya sendiri). Sebenarnya cukup simpel untuk menjawabnya. Penasaran???... Admin akan simpan dulu jawabannya...

Read more

Selasa, 11 Desember 2012

Ujian Tulis SNMPTN Resmi Dihapus

Rifa Nadia Nurfuadah
Senin, 10 Desember 2012 19:38 wib
Ilustrasi SNMPTN 2012. (Foto: Rifa Nadia N/Okezone)
Ilustrasi SNMPTN 2012. (Foto: Rifa Nadia N/Okezone)
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memantapkan hati untuk menghapus ujian tulis pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013. Tahun depan, SNMPTN akan digelar hanya melalui jalur undangan. 

Ketua SNMPTN 2013 Akhmaloka memaparkan, pola jalur undangan yang diterapkan pada SNMPTN 2012 kini menjadi pola tunggal dalam SNMPTN 2013. "Seleksia akan dilakukan berdasarkan nilai rapor dan prestasi lainnya, serta mempertimbangkan nilai ujian nasional (UN). Kemendikbud belum berpikir untuk mengubah pola UN," kata Akhmaloka dalam acara Launching SNMPTN 2013 di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (10/12/2012) malam.
Dalam acara yang diikuti pimpinan PTN seluruh Indonesia ini, Rektor Institut Teknologi Banduing (ITB) itu merinci, ada 61 PTN di seluruh Indonesia yang turut serta dalam SNMPTN 2013. Selain itu, kemungkinan besar UIN Wali Songo, Semarang dan Universitas Terbuka juga akan bergabung dalam SNMPTN 2013.  

"Diperkirakan 1,5 juta siswa SMA/sederajat akan mengikuti SNMPTN 2013," imbuhnya. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh menyatakan, pola seperti ini sebenarnya memberikan kemudahan bagi lulusan SMA/sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Selain itu, implementasi kebijakan integrasi UN dengan SNMPTN secara tidak langsung memberi pengakuan dari "kakak", dalam hal ini PTN, kepada "adik", yakni SMA/sederajat. 

"Jangan sampai tidak ada pengakuan akademik ini, kesannya ada semacam diskonektivitas antara jenjang yang di bawah dengan di atasnya," kata Nuh. 

Berdasarkan jadwal yang disusun panitia SNMPTN 2013 dengan Kemendikbud, seleksi akan dilakukan pada 9 Maret hingga 27 Mei 2013. Hasil seleksi akan diumumkan pada 28 Mei 2013.(rhs)
Read more

Sabtu, 01 Desember 2012

Sarjana Mendidik di Daerah 3T Gugur

Oleh Firman Hidayat

Bandung, 30 November 2012- “Saya lebih memilih jadi guru profesional ketimbang jadi dosen,” ujar  peserta Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) yang hanyut pada Senin sore (26/11) Winda Yulia. Demikianlah ungkapan kecintaan Winda terhadap profesi guru sebelum berangkat ke Aceh. Hal ini disampaikan oleh Ketua Jurusan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia saat prosesi pelepasan jenazah di Mesjid Al Furqan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.
Winda Yulia (22) lulusan Pendidikan Matematika UPI dan Geugeut Zaludiosanua (24) lulusan Pendidikan Olahraga adalah dua peserta program SM-3T yang hanyut terbawa arus sungai daerah Batu Katak, Kabupaten Aceh Timur. Upaya pencarian dan penyelamatan melibatkan Tim SAR Gabungan Aceh Timur dan Tim Basarnas Provinsi Aceh serta dibantu warga setempat, akhirnya jenazah Winda berhasil ditemukan sekitar 80 Km dari lokasi kejadian. Sedangkan Geugeut belum dapat ditemukan dan pencarian masih berlangsung.
Winda Yulia adalah salah satu lulusan terbaik UPI. Ia merupakan peraih Honorable Mention ON MIPA, Juara 3 OSN PTI Tingkat Provinsi Jawa Barat dan Juara 3 Olimpiade Sains Teknologi Nasional Tahun 2011. Rektor UPI Sunaryo Kartadinata pada kesempatan yang sama menyatakan rasa kehilangan yang mendalam atas kehilangan Putra-Putri terbaiknya. “Demi menjalankan tugas pada program SM3T, Winda bahkan tidak ikut prosesi wisuda,” ujar Sunaryo.
Pada prosesi pelepasan jenazah ini, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Supriadi Rustad menyampaikan ucapan belasungkawa dan rasa duka yang mendalam dari Keluarga Besar Kemdikbud kepada keluarga yang ditinggalkan dan civitas akademika UPI. Supriadi menyebutkan bahwa korban gugur dalam tugas mulia demi mencerdaskan anak bangsa di daerah 3T.
Pada kesempatan ini Supriadi menyatakan bahwa sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah, kepada kedua korban akan diberikan Penghargaan Pendidikan yang akan diserahkan pada Puncak Hari Guru mendatang yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, kepada saudara korban akan diberikan beasiswa pendidikan baik S1, S2 maupun S3.
SM-3T merupakan program Ditjen Dikti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengirimkan para sarjana pendidikan untuk lengajar di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Tahun ini merupakan kali kedua pelaksanaan program ini. Angkatan pertama telah kembali untuk digantikan dengan angkatan yang baru saja lulus termasuk Winda dan Geugeut dari UPI.
Kronologi
Senin, 26 November 2012 sekitar pukul 17.00 WIB, dalam perjalanan pulang seusai menghadiri rapat koordinasi SM-3T di Kantor Dikpora Kabupaten Aceh Timur, rombongan peserta SM-3T yang ditempatkan di Aceh Timur, telah terjadi kecelakaan terseret arus sungai Simpang Jernih, pedalaman Kabupaten Aceh Timur.
Perjalanan mereka menggunakan perahu boat sederhana menuju Desa Melidi tempat mereka bertugas. Akses satu-satunya dari kota kecamatan ke Desa Malidi hanya bisa ditempuh melalui sungai dengan perahu boat. Perahu boat berpenumpang enam orang, dua orang peserta SM-3T dari UPI dan dua orang dari Universitas Negeri Medan (Unimed) beserta dua orang awak perahu.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba arus sungai membesar dan kapal terguling dalam pusaran. Dalam beberapa saat, dua orang peserta dari UPI masih bertahan berpegangan pada perahu yang sudah terbalik. Namun karena arus semakin keras, akhirnya keduanya hanyut bersama pengemudi dan satu orang penduduk setempat. Sementara dua peserta Unimed (Hanafi dan Irma Yuna) berhasil bertahan dengan berpegangan tangki minyak dipinggir sungai, sampai warga datang dan menyelamatkan. Saat ini kondisi kedua peserta SM-3T dari Unimed sudah membaik setelah empat hari dirawat di RSUD Cut Nyak Dhien Aceh Timur.

Sumber :
http://www.dikti.go.id/?p=7300&lang=id
Read more

Kisi-kisi UN 2013

dok.BSNP Kisi-kisi soal Ujian Nasional (UN) 2013 akhirnya dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah polemik rencana pelaksanaannya tahun depan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  melalui Badan Standar Nasional Pendidikan  atau BSNP akhirnya merilis kisi-kisi soal Ujian Nasional 2013. Perkiraan soal untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah itu mulai disosialisasikan di laman resmi BSNP sejak hari Selasa (20/11/2012).

Dalam laman tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencantumkan tiga tautan, yaitu tautan surat keputusan (SK) tentang kisi-kisi soal ujian nasional (UN), tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah dasar, serta satu tautan berisi kisi-kisi soal UN untuk jenjang sekolah menengah pertama dan atas.

SK menyebutkan bahwa khusus kisi-kisi UN ini digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal UN dan memiliki masa berlaku selama tiga tahun.

Sosialisasi kisi-kisi soal UN ini sesuai dengan janji Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud Hari Setiadi, pekan lalu. Sebelumnya, rencana sosialisasi kisi-kisi memang sempat diundur dari bulan Oktober ke bulan November.

Kepada Kompas.com, pekan lalu, Hari mengatakan, para guru dapat segera memanfaatkan kisi-kisi ini sebagai acuan untuk mengajarkan materi yang sesuai kepada siswanya. Selain melalui situs resmi BSNP dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud, kisi-kisi akan disosialisasikan melalui dinas pendidikan di masing-masing daerah.

Materi yang dimuat dalam kisi-kisi dan akan diujikan dalam UN tahun depan pun tidak jauh berbeda dengan kisi-kisi soal UN 2012. Oleh karena itu, meski soal UN akan dibuat dalam 20 variasi, menurut Hari, guru dan siswa tak perlu khawatir.
Editor :
Caroline Damanik
Sumber :
http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/22/16544523/Yuk.Intip.Kisi-kisi.UN.2013
Read more